Minggu, 07 Juni 2009

Teosofi Cintaku

Blog ini hanyalah sebuah tempat aku mencurahkan semua perasaanku pada seorang kekasih yang sangat kurindukan tapi sulit aku jangkau untuk melakukan seserpih pertemuan. Sebuah fatamorgana dalam hidup jika aku hanya bisa merasakan perasaan cinta dan kerinduan tanpa bisa aku memiliki dirinya. Alam ini pada hakikatnya alam cinta, semua ini ada karena sebuah perasaan yang terkadang dibuat argumen dari sebuah ketidakabsahan sebagian makhluk yang tak se-irama dengan fitroh asalnya. Sebagian manusia tak pernah mau mengakui tentang semua ini, jika mereka dikatakan buta mereka malah mengakui semua ini hanyalah sebuah tiktah. Jangan tertegun pada percikan api yang engkau pandang, karena semua itu dirimulah yang menantang. Alam ini berputar dengan indahnya bagaikan perjalanan sebuah untaian doa dari setiap ummat merajut sebuah kebahagiaan, tapi mereka melupakan bahwa semua ini hanyalah mimpi yang harus disudahi dan beranjak bangun untuk mengakhiri dari segala ketermenungan diri. Aku bingung pada mereka yang menggambarkan cinta demikian, menceritakan cinta itu begitu. Mereka memuja dan memuji apa yang tak terlihat tapi terasa dengan sangat indahnya dibibir mereka. Aku tidak tau apakah yang ada disanubari ini adalah cinta ataukah emosi sesaat belaka, atau semua dari mereka sudah gila dan aku sendirianlah yang waras. Atau malah sebaliknya aku sendiri yang gila sedangkan mereka semua pada waras. Memasuki alam semesta ini pada kenyataannnya memasuki alam cinta, semua tak dapat dijangkau oleh akal atau perasaan oleh semua orang.

"Cinta adalah lautan tak bertepi, langit hanyalah serpihan buih belaka. Ketahuilah bumi berputar karena gelombang cinta. Andai tidak tidak ada cinta dunia ini pasti akan beku." Sama halnya bumi dan cinta, keduanya melakukan perjalanan namun manusia tidak akan pernah mengingkari hal itu. Lain halnya dengan cinta, banyak manusia selalu menodai perjalanannya(cinta). Maafkanlah gadisku, jika aku tak membalas lambaian tanganmu, bukan ego yang aku puja tapi cinta yang kupuji, aku takut nafsu yang telah engkau lambaikan kepadaku, bukannya cinta. Maafkanlah gadisku, bila aku tak membalas saduran senyum manismu kepadaku, aku kuatir itu bukan cinta yang kau tebarkan kepadaku, melainkan nafsu yang ada dibelakangnya. Biarlah aku yang menjaga semua ini tanpa ada yang tahu tentang penderitaan dihati ini, Maafkanlah gadisku, aku takut semua ini adalah nafsu yang akan merusak diriku dan juga dirimu. Aku sebelumnya ragu akan ada dan tiadaku, namun cintamu membisikan bahwa aku benar akan adanya. Semusim berjalan, hujan deras mencucurkan air menusuk hamparan tanah yang rata, begitu juga cinta yang ada dihati ini, dia selalu menusuk memaksa untuk aku adopsi sebagai persembahan untukmu. Wahai gadisku, ragaku ini mengantarkan diriku mencapai ciptaku, dari cipta ini aku bertemu dengan jiwaku yang bergejolak dengan jiwamu, jiwaku bertebaran bagaikan embun pagi yang suci dan murni karena jiwa abadimu telah memusnahkan jiwa egoku, dan sekarang aku hanya tinggal sebingkai jiwa merindui pertemuan dengan sang rasa(Cinta), entah itu kapan akan aku alami. Cinta adalah apa yang kurasa, bukan apa yang ku-ucap. Sebuah janji dalam kehidupan bila aku harus menyerah begitu saja melihat dikau disentuh dan dimiliki orang lain sebelum aku.

Aku rela bertitah" Mereka bisa saja menghancurkan kuil atau masjid , tapi jangan sekali-kali menghancurkan hati yang selalu mencintai sang kekasih (Dikau). Wahai gadisku, Aku tidak akan pernah membawamu ke neraka, jika aku tidak sanggup membawamu kesurga. Inilah sumpahku!
Sheila-Scorpion in Abady's

Tidak ada komentar:

Posting Komentar